Senin, 08 Oktober 2007

Tantangan Membuat Kartu Undangan

Apa tantangan utama dalam membuat kartu undangan?
Ini pemikiran dari sudut pembuat (Desain dan Produksi), yang pasti adalah membuat desain yang sesuai dengan keinginan konsumen. Ketika pertama kali konsumen datang maka ada dua kemungkinan konsumen tersebut telah siap dengan ide tau malah lengkap dengan contoh jadi (mungkin ada beberapa yang sudah mendesain), atau mereka tidak punya ide apa-apa. Jika konsumen telah siap dengan ide maka hal itu akan membantu kita karena kemudian kita tinggal meredefinisikan keinginan mereka dalam bentuk master cetak. jika konsumen belum siap dengan ide maka tugas kita adalah memberikan atau malah menerka apa yang menjadi keinginan mereka, hal tersebut membutuhkan waktu yang tidak sedikit karena terlalu banyak ide desain yang bisa ditawarkan. Dan biasanya konsumen malah bingung ketika ditawarkan banyak ide desain.
Masalah akan muncul manakala waktu pencetakan mepet. maka yang akan dikorbankan adalah waktu pembuatan desain. biasanya jika ini yang terjadi maka kemungkinan ketidakpuasan akan desain dan hasil atau malah kesalahan edit akan besar.
Untuk mensiasatinya produsen percetakan mempunyai koleksi undangan blanko yang cuma bisa dirubah isinya tapi tidak merubah desain keseluruhan. Hal itu akan mengurangi waktu desain yang akan dikompensasikan bagi proses produksi

Jumat, 05 Oktober 2007

Kartu Undangan

Sebenarnya saya mengerjakan semua jenis cetakan. lantas kenapa saya harus memisahkan antara produk cetakan umum dan kartu undangan? Perbedaan utama antara produk cetakan umum dan kartu undangan adalah dari kriteria konsumen. Konsumen produk cetak umum lebih banyak berbentuk organisasi dengan beragam permintaan dan bersifat kontinu sedangkan konsumen kartu undangan lebih banyak pada personal dengan sifat beli lepas. kekhasan dari kriteria konsumen itulah yang membuat saya tertarik untuk mendalami seluk beluk dunia kartu undangan.
Sampai sekarang kartu undangan masih belum tergantikan oleh pelayanan teknologi elektronik seperti sms atau e mail, semata-mata bukan karena keterbatasan peran teknologi elektonik tapi karena faktor budaya, dimana kartu undangan masih dianggap sebagai sesuatu yang lebih sopan dibanding teknologi elektronik. Jadi selama budaya masih dipegang teguh maka permintaan akan kartu undangan akan tetap tinggi, dan hal itu menjadi tantangan bagi saya untuk mendesain dan memproduksi ragam kartu undangan yang menarik.